Jenis Model Pembelajaran Cooperative Learning - SMK Penerbangan

Saturday, April 30, 2022

Jenis Model Pembelajaran Cooperative Learning

SMK Penerbangan - Istilah model pembelajaran yang satu berikut tidak asing di kelompok guru, model pembelajaran yang paling dekat dan nyaris diaplikasikan tiap proses pembelajaran di kelas. Cooperative Learning atau pembelajaran kooperatif yang pokoknya ialah pembelajaran barisan, yang sama-sama menolong.

Pemahaman Model Pembelajaran Cooperative Learning

Model pembelajaran Cooperative Learning atau kooperatif lebih mengutamakan ke pelajar agar belajar dengan bekerja bersama dengan rekan, jika rekan yang lebih sanggup bisa membantu rekan yang kurang kuat.

Cooperative Learning (pembelajaran kooperatif) sebagai model pembelajaran bergerombol dalam jumlah tertentu dan mempunyai tujuan untuk sama-sama berikan motivasi antara sama-sama anggota barisan supaya memperoleh hasil belajar dengan optimal.

Arah dari model ini untuk mengoptimalkan hasil belajar yang ingin diraih dari arah pembelajaran yang sudah diputuskan awalnya. Ini didasari karena anggota dari barisan belajar ini mempunyai jenjang pengetahuan yang lain dari rendah, sedang dan tinggi.

Jenis Model Pembelajaran Cooperative Learning

Apa jenis model pembelajaran Cooperative Learning?

Berikut Jenis Model Pembelajaran Cooperative Learning :

STAD (Student Teams Achievement Sessions)

Pada model pembelajaran kooperatif tipe STAD ini pelajar digolongkan ke barisan kecil yang disebutkan team. Selanjutnya semua kelas diberi presentasi materi pelajaran. Pelajar selanjutnya diberi test. Nilai-nilai pribadi dipadukan jadi nilai team. Pada model pembelajaran kooperatif tipe ini meskipun pelajar di tes secara individu, pelajar masih tetap dipicu untuk bekerja bersama untuk tingkatkan performa dan prestasi teamnya. Jika pertama kalinya dipakai di kelas, karena itu sebaiknya guru lebih dulu mengenalkan model pembelajaran kooperatif STAD ini ke pelajar.

Jigsaw

Kooperatif tipe jigsaw, pelajar bekerja dalam kumpulan sama dalam STAD. Pelajar diberikan materi untuk didalami. Masing-masing anggota barisan secara random ditugaskan menjadi "pakar (expert)" di suatu faktor tertentu dari materi. Sesudah membaca dan pelajari materi, "pakar" dari barisan berlainan bergabung untuk membahas topik mereka dan kembali lagi ke barisan sebelumnya untuk mengajari topik yang mereka kuasai ke rekan sekelompoknya. Paling akhir diberi test atau asesmen lainnya ke semua topik yang diberi.

NHT (Number Heads Together)

Pada model pembelajaran kooperatif tipe NHT, pelajar disuruh untuk menomori diri mereka masing-masing dalam kelompoknya dimulai dari 1 sampai 4. Sampaikan sebuah pertanyaan dan berikan batas waktu tertentu untuk menjawab. Pelajar yang mengangkat tangan bila dapat jawab pertanyaan guru itu. Guru menyebutkan satu angka (di antara 1 sampai 4) dan minta semua pelajar dari semua barisan bernomor itu jawab pertanyaan barusan. Guru mengidentifikasi pelajar-siswa yang menjawab betul dan membuat bertambah pengetahuan pelajar mengenai jawaban pertanyaan itu lewat dialog.

TAI (Team Assisted Individualization atau Team Accelerated Instruction)

Tipe model pembelajaran kooperatif yang ini sebetulnya ialah penyatuan dari pembelajaran kooperatif dengan pembelajaran individu. Pada model pembelajaran kooperatif tipe TAI, pelajar ikuti jenjang yang memiliki sifat individu berdasar test peletakan, dan bisa maju ke tingkatan seterusnya berdasar tingkat kecepatannya belajar.

Maka tiap anggota barisan sebetulnya belajar unit-unit materi pelajaran yang lain. Rekanan satu kelompok akan mengecek hasil kerja rekanan satu kelompok yang lain dan memberi kontribusi bila dibutuhkan.

Test selanjutnya diberi di akhir unit tanpa kontribusi rekan sekelompoknya dan diberi score. Lantas tiap minggu guru akan menjumlahkan keseluruhan unit materi yang dituntaskan satu barisan dan memberi sertifikat atau penghargaan jika mereka sukses melebihi persyaratan yang sudah diputuskan, dan beberapa point tambahan untuk barisan yang anggotanya mendapatkan nilai sempurna

TPS (Think Pair Share)

Model pembelajaran kooperatif tipe TPS (think pairs share) Type model pembelajaran kooperatif ini memungkinkannya tiap anggota pasangan pelajar untuk berkontemplasi pada sebuah pertanyaan yang disodorkan. Sesudah diberi saat yang cukup mereka seterusnya disuruh untuk membahas apa yang sudah mereka pikir barusan (hasil kontemplasi) dengan pasangannya masing-masing. Sesudah dialog dengan pasangan usai, guru selanjutnya kumpulkan respon atau jawaban atas pertanyaan yang sudah disodorkan itu dari semua kelas.

Picture and Picture

Model pembelajaran picture and picture bisa dipakai guru sebagai usaha menghidupkan motivasi anak untuk belajar dengan beberapa gambar dan menyenangkan hingga bisa punya pengaruh pada perubahan kognitif anak". Karena itu, lewat model pembelajaran picture and picture anak bukan hanya memperoleh kesenangan, tapi bisa menghidupkan motivasi anak hingga anak tidak mengetahui jika sedang belajar, terutamanya belajar pada mengenali ide bilangan.

Problem Posing

Model pembelajaran problem posing pada konsepnya ialah satu model pembelajaran yang mengharuskan beberapa pelajar untuk mengajukan masalah sendiri lewat belajar masalah (latihan masalah) secara berdikari

Model pembelajaran masalah posing ialah satu model pembelajaran yang mengharuskan beberapa pelajar untuk ajukan masalah sendiri, lewat belajar masalah (latihan masalah) secara berdikari,

Problem Solving

Model pembelajaran problem solving adalah model yang memprioritaskan perpecahan permasalahan dalam aktivitas belajar untuk perkuat daya logika yang dipakai oleh peserta didik supaya memperoleh pengetahuan yang lebih fundamental dari materi yang dikatakan.

Model masalah solving adalah sebuah sistem pembelajaran yang mewajibkan pelajar berperanan aktif dan sanggup berpikiran. Karena dalam masalah solving pelajar diwajibkan sanggup menganalisa materi awali dengan cari data sampai dengan  menarik ringkasan.

Tim Game Turnamen (TGT)

Model pembelajaran kooperatif tipe TGT serupa dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, tapi perbedaannya cuma pada kuis yang diganti dengan kompetisi mingguan. Pada model pembelajaran kooperatif ini, pelajar-siswa sama-sama bersaing dengan pelajar dari barisan lain agar memberi kontribusi point untuk kelompoknya. Satu proses tertentu dipakai untuk membuat permainan atau pertandingan berjalan secara adil. Riset menunjukkan jika model pembelajaran kooperatif tipe TGT bisa dibuktikan efisien tingkatkan hasil belajar pelajar.

Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)

Model pembelajaran kooperatif tipe CIRC (cooperative integrated reading composition) ialah sebuah model pembelajaran yang sengaja direncanakan untuk meningkatkan kekuatan membaca, menulis, dan ketrampilan-keterampilan berbahasa lainnya. Baik pada tingkatan pengajaran tinggi atau tingkatan dasar. Pada tipe model pembelajaran kooperatif yang ini pelajar bukan hanya mendapatkan peluang belajar lewat presentasi langsung oleh guru mengenai keterampilan membaca dan menulis, tapi juga teknik menulis sebuah formasi (dokumen).

Learning Cycle (Siklus Belajar)

Learning cycle (siklus belajar) ialah pembelajaran dengan serangkaian aktivitas yang sudah dilakukan dengan tepat dan teratur dengan tingkatan : pembangkitan minat (engagement), eksplorasi (exploration), penjelasan (explanation), elaborasi (elaboration/ extension), dan evaluasi (evaluation), tiap mahasiswa harus bisa membuat pengetahuan itu dalam otaknya sendiri karena pekerjaan seorang dosen hanya memberikan fasilitas.

Cooperative Script (CS)

Cooperative Script ialah model belajar di mana pelajar bekerja secara berpasangan dan berganti-gantian secara lisan mengikhtisarkan, beberapa bagian dari materi yang didalami . Maka model pembelajaran Cooperative Script sebagai menyampaikan materi ajar yang dengan diawali pemberian wawasan atau rangkuman materi ajar ke pelajar yang selanjutnya diberi peluang ke pelajar untuk membacanya sesaat dan memberi/masukkan beberapa ide atau ide-ide baru di dalam materi ajar yang diberi guru, lalu pelajar ditujukan untuk memperlihatkan beberapa ide dasar yang kurang komplet dalam meteri yang ada secara berganti-gantian sama-sama pasangan masing-masing.

Share with your friends

Featured

[Featured][recentbylabel]